Qimo Japara– Halo Qimolovers, semoga selalu dalam kesehatan dan keselamatan ya. Pada artikel kali ini kami akan mendeskripsikan sebuah kaos Qimo terbaru yang selalu mengedepankan kesenian dan budaya lokal.

Kaos Qimo kali ini mengangkat tema “Jepara Local Heritage”. Ya, sudah banyak kita ketahui bahwa Jepara merupakan suatu kota yang kaya dengan warisan budaya lokalnya. Salah satunya yang masih menjadi andalan adalah seni ukir carving, seni memahat kayu yang menjadikan suatu karya ukiran yang menakjubkan. Tak heran bila seni ukir Jepara begitu masyhur dan berjaya di kancah internasional.

Pada seri kaos Qimo, tim desain Qimo Jepara lebih menekankan pada sisi tipografi. Yang mana kita ketahui, tipografi adalah suatu teknik manipulasi huruf dengan mengatur penyebarannya pada suatu bidang yang tersedia untuk memberikan kesan tertentu. Sehingga akan membantu pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin baik dari segi keterbacaan maupun estetika.

Nah, pada seri kaos Qimo kali ini,  tulisan tipografi “Japara Woods Carving” ditulis dengan huruf besar secara vertikal, selain itu ada juga tulisan local heritage pada bagian bawahnya yang ditulis secara horisontal. Selain itu ditambahi pula beberapa ornamen yang disesuaikan dengan tema.

Proses pembutan tipografi tersebut kami lakukan dengan teknik hand lettering. Dalam arti karya tersebut kami garap secara manual, dengan tangan yang terampil.

Sebelum ke tahap menggambar, proses yang harus dilakukan tim desain adalah merancang komposisi kata-kata yang akan dibuat. Hal ini digunakan untuk menentukan mana kata utama dan mana yang hanya menjadi kata tambahan atau pelengkap.

Kata utama akan dibuat lebih dominan, entah itu bentuknya lebih besar atau dengan memberi efek-efek tertentu agar nampak lebih menonjol. Sebagaiamana tulisan pada gambar seri qimo kali ini, yang menjadi tulisan utama adalah Japara Wood Heritage. Sehingga memang pada tulisan tersebut kami buat lebih menonjol.

Baru kemudian langkah selanjutnya adalah membuat sketsa dasar. Pada tahap ini, rangka dasar mulai dari pemenggalan kata, posisi bentuk dan ukuran kata ditentukan. Nah, dari sketsa kasar inilah yang nantinya akan menjadi dasar dari sketsa utama.

Pada proses lebih lanjut adalah penegasan. Dari sketsa kasar yang dipilih diberi penegasan garis dengan memainkan kombinasi huruf-huruf yang unik. Meski sudah ada sketsa dasar, tetapi pada proses ini masih diperkenankan untuk improvisasi supaya karya menjadi semakin menarik. Baru kemudian lanjut pada proses finalisasi, yakni gambar yang ada ditambahkan dengan elemen-elemen pemanis pada ruang kosong.

Pada gambar seri qimo kali ini, elemen-elemen yang kami pilih sebagai pemanis adalah beberapa ukiran atau carving yang memang khas dari Jepara dan sesuai dengan tema yang kami angkat. Pada bagian atas, kami juga menampilkan tulisan tipografi Qimo sebagai simbol suatu identitas dan juga gambar palu dan tatah sebagai simbol alat untuk memahat ukiran.

Usai difinalisasi langkah selanjutnya adalah proses tracing, yakni memindah gambar di kertas ke dalam bentuk digital. Dan baru setelah itu disiapkan untuk dicetak pada media kaos.

Japara-Wood-Carving-Local-Heritage

Japara-Wood-Carving-Local-Heritage-QimoJapara

Selain menampilkan seni tipografi yang unik dengan proses yang tidak mudah, Kaos Qimo seri ini kali ini tetap menggunakan bahan kain yang berkualitas, yakni cotton combad 30s yang dikenal halus dan mampu menyerap keringat. Sangat nyaman untuk dipakai dan cocok bagi masyarakat tropis seperti di Indonesia.

Sedangkan untuk sablon pada kaos, kami menggunakan teknik discharge yang memang dikenal awet dan tahan lama.

Bagiamana tertarik dengan Kaos terbaru kami?

Tjinderamata-Khas-Kaos-Jepara-wood-carving,Japara-Wood-Carving,-QimoJapara-Indonesia

Yuk, langsung ke toko Qimo Japara di Jl. KH. Moliki No.02, Pengkol VII, Pengkol, Kec. Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59415.

Untuk melihat koleksi desain kaos lainnya bisa di :

Website : www.QimoJapara.com

Instagram/twitter/facebook : @qimojapara

Jangan lupa, selalu dan update info terbaru kami di media sosial.  Kami tunggu kehadiranmu.