QimoJapara- pada edisi ini ingin mengenalkan tokoh dengan sebutan Het Kalverblad van Japara, siapa tokoh tersebut? Apa hubungannya dengannya Japara? Mungkin kita semua hanya kenal dengan tokoh legendaris dan pahlawan R.A Kartini. Yang sudah banyak ditulis di buku pendidikan sejarah dan diperingati setiap tahun pada 21 April.
Pada edisi ini QimoJapara membuat Het Klaverblad yang mengenalkan tokoh Mbah Kardinah yang lahir di Japara pada 1 Maret 1881, anak ke lima dari 8 Saudara, dari ibu Ngasirah dan Bapak Sosroningrat (adipati Japara).

Het Klaverblad

artinya adalah daun semanggi dan van (dari) Japara. Sebutan ini dimulai  pada tahun 1892, saat asisten resident tiba di Japara dan disambut oleh adipati dan keluarganya, pada saat itu Kartini, Roekmini dan Kardinah meminta izin untuk bisa berkunjung ke rumahnya untuk belajar seni dan ketrampilan barat. Yang mempunyai rumah dinas depan pendopo Japara.

Dari kedekatan hubunganyang sangat baik antara Marie Ovink-Soer itulah, menyebutnya dengan Het Kalverblad van Japara dan Kartini, Roekmini, Kardinah menyebutnya dengan Moedertje atau ibuku.

Sablon-Kaos-Qimo-Japara-Het-Klaverblad-van-Jepara-Indonesia

Het Klaverblad yang berarti daun semanggi, Dan sekarang sering disebut dengan tiga serangkai.  Saat muda mbah Kardinah pandai melukis dengan gaya naturalis, dalam aktifitasnya untuk mendukung cita cita mbah kartini dalam hal pendidikan, emansipasi dan kesenian. Mbah Kardinah fokus mengurus dalam hal administrasi dan management, berbeda dengan Mbah Kartini yang mempunyai tugas konseptor maupun diplomasi yang sangat bagus dan Mbah Rukmini sebagai artist/seniman yang mempunyai darah seni yang amat bagus.
Riset ini kami dapatkan dari beberapa literatur dan data outentik oleh komunitas Rumah Kartini Japara

Desain kaos QimoJapara edisi Kardinah ini terlihat objek seperti daun Semanggi dengan 3 daun yang distilasi dalam bentuk ukiran dengan daun yang lancip  dan menjadi salah satu ciri khas pada motif Japara, suluran yang saling menyambung dan berirama dalam desain kaos khas japara ini diarsir untuk memperlihatkan volume pada desain ini. Pada bagian bawah terlihat bentuk daun semanggi yang keluar dari frame ukiran.

Souvenir-oleh-oleh-kaos-qimoJapara-Sejarah-Kardinah-Het-Klaverblad-van-Jepara-Indonesia

Pada bagian dalam menggunakan background engraving dan foto masa muda mbah kardinah yang dibuat dengan tehnik engraving untuk memperlihatkan kesan kuno pada produk kaos  qimoJapara.

 

Pemilihan warna pada desain Kardinah ini diambil dari warna daun semanggi yang berwarna hijau yang berirama (ritme). Pada bagian kiri & kanan terlihat lingkaran dengan isi garis garis kecil dan angka 1881 adalah lahirnya dan 1971 adalah tahun kematian mbah kardinah yang dimakamkan di Kota Tegal Jawa tengah.

Jenis kain cotton combad yang dipakai adalah cotton combad 30s yang lembut, halus dan nyaman dipakai. Sablon memakai tinta discharge yang menyatu dengan kain cotton combad.

Bagaimana anda tertarik untuk mengoleksi karya qimojapara ?
Silahkan langsung datang di toko Souvenir oleh-oleh khas Jepara ini.
di Jl. KH. Moliki 02. Pengkol Mbelik Jepara- Jawa Tengah Indonesia.
atau bisa melihat sosial media qimojapara
Instagram : QimoJapara
Instagram Catalogue : QimoJapara