QimoJapara – Sosroningrat

Qimo Japara-  Tahukah Anda siapa itu Sosroningrat? Ya beliau adalah ayah dari Kartini seorang perempuan yang menjadi pahlawan nasional itu. Soerang wanita yang dobrakannya menggetarkan dunia. Gagasannya menjadi inspirasi tokoh bangsa untuk merdeka. Pada Edisi ini kami dibantu oleh komunitas Rumah Kartini Japara untuk bisa memvisualkan dan mengenalkan kepada masyarakat umum seperti apa ceritanya?

Sosroningrat adalah keturun ke-13 dari Brawijaya V, pemimpin terakhir kerajaan Majapahit sebelum direbut kesultanan Demak. Lelaki yang mempunyai nama kecil Raden Samingun ini lahir pada tanggal 26 April 1845 dan merupakan anak ke-3 dari Tjondronegoro IV.

Nama Sosroningrat sendiri ia ambil ketika menjabat sebagai pemimpin Kawedanan di Desa Mayong. Dan kemudian ia memperisitri seorang putri ulama pantai teluk awur yang bernama Ngasirah Binti Kiai Modirono pada tahun 1872.

Hingga akhirnya, Selepas kematian Bupati Jepara, Kanjeng Raden Tumenggung Tjitro Wikromo. Sosroningrat diangkat menjadi Bupati Jepara.  Namun untuk memenuhi jabatan itu, Sosroningrat diharuskan memiliki Garwo padmi (permaisuri) dari trah bangsawan. Pasalnya, Ngasirah hanyalah buruh gula dan seorang anak pemuka agama. Alhasil, lantaran adat istiadat yang seperti itu Sosroningrat menikahi  Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartin ini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Sebagai seorang ayah, Sosroningrat dikenal adil dan peduli terhadap pendidikan anak-anaknya. Anak-anaknya, termasuk kartini disekolahkan di Europese Lagere School (Sekolah Dasar Belanda) di Jepara. Tak hanya itu, di tiap siang pukul dua hingga sore jam 4 mereka belajar bahasa dari guru yang didatangkan secara privat oleh ayahnya, kursus menyulam dan menjahit secara selang-seling hari, dan mengaji Al-Quran dengan Pak Danu, murid dari kakek mereka, Kiai Modirono. Atas wasiat kakek mereka pula, Raden Mas Adipati Arya Sosroningrat mendatangkan guru privat Bahasa Belanda dan Bahasa Perancis kepada anak-anaknya.

Tak ayal, dari didikannya inilah anak-anak memiliki peran yang luar biasa bagi bangsanya. Kita bisa lihat bagaimana Kartini yang namanya begitu harum lantaran menjadi pahlawan nasional. Kemudian R. A Kardinah mendirikan rumah sakit, RM. Panji Sosrokartono dikenal sebagai manusia unik yang menguasai 25 bahasa manusia, serta RM. Sosroboesono kelak memimpin Ngawi sebagai Bupati.

Raden Mas Adipati Sosroningrat meninggal pada tahun 1905 lantaran sakit yang menggerogoti tubuhnya. Sebelum meninggal Bupati Jepara ini berpesan kepada putra-putrinya tentang pentingnya ilmu pengetahuan.“Tanpa Pengetahuan, kalian tidak akan merasa bahagia, dan dinasti kita akan semakin mundur.” Paparnya.

Begitulah sekelumit kisah tentang Sosroningrat, yang sedikit banyak memiliki peran besar pada terbentuknya gagasan Kartini. Untuk itu pada kesempatan kali ini, Qimo Japara yang sudah menjadi cirikhas sebagai souvenir Jepara ingin memvisualisasikannya pada media kaos, sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa-jasa dan peranannya dan mengenalkan kepada publik tentang sosok yang berpengaruh di Japara.

Dalam kaos seri ini Sosroningrat ditampilkan dalam sosok yang bersahaja. Tak hanya itu, ukiran-ukiran yang mengelilinginya juga akan membuat kaos Qimo Japara ini semakin menarik dan pantas untuk dikenakan.

Adapun bahan kaos yang dipakai untuk pembutan kaos ini adalah cotton combad 30s. Sedangkan sablonnya menggunakan Plastisol discharge yang dikenal mempunyai kelebihannya meresap pada media kaos dan tahan lama, jadi nyaman saat dipakai.

buat Qimolovers yang ingin mengoleksi kaos edisi Sosroningrat ini juga akan mendapatkan packaging yang pastinya keren, unik serta beda dari yang lain, bonus stiker, dan bonus gantungan kunci yang artistik dan fungsional.

Penasaran? Yuk, lihat koleksi dan cerita kami di:

Website : www.QimoJapara.com

Instagram : qimojapara
twitter        : qimojapara
Facebook  : qimojapara

Jangan lupa, selalu follow dan ikuti berita terbaru kami di semua media sosial kami, Kawan. Kami tunggu kehadiranmu.